Keamanan Sistem Komputer
KEAMANAN SISTEM KOMPUTER
Perkuliahan5 (15 oktober 2020)
Mata kuliah Keamanan Sistem Komputer (F) C31040319
Nama : Maryo Freddy
Nim : 201731275
1) Malware
Pengertian Malware
Malware adalah perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan memasuki dan terkadang merusak sistem komputer, jaringan, atau server tanpa diketahui oleh pemiliknya. Istilah malware diambil dari gabungan potongan dua kata yaitu malicious “berniat jahat” dan software “perangkat lunak”. Tujuannya tentu untuk merusak atau mencuri data dari perangkat yang dimasuki.
Tidak sembarangan orang yang dapat membuat perangkat lunak seperti ini. Biasanya mereka adalah orang-orang yang sudah paham mengenai cara membuat perangkat lunak dan sistem keamanan pada perangkat lunak. Meskipun begitu saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat membuat malware.
Malware biasanya disusupkan ke dalam jaringan internet. Jika secara manual memasukkan ke dalam komputer korban tentu saja sangat sulit. Jadi kebanyakan peretas melakukan aksinya menggunakan bantuin jaringan internet.
2) Jenis-jenis malware
1. Worms
Worms merupakan jenis malware yang dapat menyerang melalui email phishisng atau ketika ada kerentanan di dalam perangkat lunak. Ketika worms terinstal ke dalam memori komputer, worms akan menginfeksi seluruh sistem. Bahkan untuk beberapa kasus, worms juga dapat menginfeksi seluruh jaringan. Jika satu orang dalam suatu perusahaan membuka email phishing yang berisi worms, maka seluruh jaringan yang digunakan dalam perusahaan tersebut dapat terinfeksi hanya dalam beberapa menit saja.
Untuk menghindari serangan worms, perusahaan dapat menggunakan software anti virus atau anti malware, serta memeriksa jika ada kerentanan pada software yang digunakan. Perusahaan juga harus meningkatkan security awareness dan menghindari email mencurigakan yang berisi link berbahaya.
2. Trojan
Trojan adalah jenis malware yang dapat menyerang komputer dengan cara menyamar sebagai program yang sah. Sebagai contoh, Trojan dapat terlihat seperti software gratis, file MP3, antivirus palsu, atau game gratis. Ketika target tertarik dan mengklik link tersebut, maka malware akan menyebar secara otomatis dan menginfeksi sistem. Serangan trojan juga dapat tersebar melalui email atau website yang sudah terinfeksi oleh malware.
Untuk menghindari serangan ini, Anda harus berhati-hati ketika menemukan link di internet. Pastikan juga untuk mengunduh software atau file dari situs web resminya.
3. Ransomware
Ransomware merupakan jenis malware yang akan memblokir sistem komputer atau file di komputer sampai sejumlah uang dibayarkan. Sebagian besar ransomware akan mengenkripsi data di komputer dengan kunci yang tidak diketahui oleh pengguna. Jika tebusan tidak dibayarkan, maka peretas akan mengancam untuk memusnahkan data-data penting di dalamnya. Anda dapat melakukan beberapa cara untuk menghindari serangan ini, seperti tidak membuka link mencurigkan, berhati-hati ketika menggunakan wifi publik, rutin back up data, selalu memperbarui software dan OS, dan lain-lain.
4. Spyware
Spyware dapat membantu peretas untuk memata-matai sistem dan penggunanya. Malware jenis ini dapat digunakan untuk melakukan keylogging atau kegiatan lain yang serupa. Keylogging adalah tindakan merekam tombol yang ditekan pada keyboard secara diam-diam. Melalui spyware, peretas bisa mendapatkan akses ke data pribadi serta data penting lainnya. Sama seperti malware yang lain, untuk menghindari spyware, Anda harus berhati-hati ketika berselancar di dunia maya, tidak membuka link berbahaya, tidak mengunjungi situs web yang terinfeksi malware, menggunakan software anti spyware, mengaktifkan firewall, dan lain-lain.
3) Cara mengatasi malware
1. Hapus Temporary Files
Temporary file, termasuk cache dan cookies pada browser sering kali menjadi tempat bersarangnya malware. Untuk itu, bersihkan termporary file pada browser, serta windows (termasuk recycle bin) jika ingin menghapus malware dari komputer Anda.Untuk menghapus temporary file di windows, buka RUN lalu ketik %temp%. hapus semua isi temporary file tersebut. Kemudian hapus isi recycle bin, caranya klik kanan pada icon recycle bin di desktop lalu pilih empty recycle bin. Untuk menghapus temporary files di browser Chrome, buka history, klik menu lalu pilih opsi hapus data penjelajahan. Centang semua opsi untuk menghapus semua data.
2. Hapus/ Reset System Restore
Windows juga memiliki fitur System Restore, yang sebenarnya sangat berguna jika terjadi masalah pada sistem. Dengan system restore, Anda dapat mengembalikan sistem kembali seperti saat titik point restore disimpan. Namun sayangnya, system restore juga sering dipakai sebagai tempat bersarangnya malware.Untuk mereset system restore cukup mudah, Anda hanya perlu mematikan system restore kemudian mematikan komputer. Setelah itu hidupkan kembali system restore, maka file system yang dahulu tersimpan sudah dihapus dan diganti dengan yang terbaru.uokpl
3. Scanning Komputer dengan Antivirus Secara Menyeluruh
Jika anda memiliki antivirus, lakukan scanning secara menyeluruh ke semua partisi hardisk pada laptop Anda. Pasang pula software anti malware dan lakukan scanning jika antivirus Anda tidak memiliki fitur anti malware. Segera karantina atau hapus malware yang terdeteksi.
4. Scan melalui Save Mode
Jika scanning secara normal kurang berhasil membasmi semua malware yang menyerang laptop Anda, maka lakukan scan melalui save mode. Saat save mode, windows akan berjalan dalam kondisi minimal. Hanya driver tertentu saja yang aktif dan software tambahan juga tidak aktif. malware yang tidak bisa dihapus secara normal bisa menjadi tidak aktif pada save mode, sehingga bisa dihapus.
5. Scan Menggunakan Live CD
Ada beberapa malware yang bisa tetap aktif meskipun windows dalam keadaan save mode. Untuk menghilangkannya Anda bisa melakukan scanning melalui Live CD, sehingga Anda melakukan scanning bahkan sebelum masuk Windows, atau pada saat booting. Seharusnya ini dapat mengatasi semua malware yang menyerang, kecuali malware tersebut tidak terdeteksi sebagai malware.
6. Windows Defender
Windows defender merupakan program keamanan bawaan Windows. Jika Anda belum memiliki antivirus dan tidak dapat menginstall antivirus pada komputer yang telah terinfeksi malware, Anda bisa menggunakan program ini untuk menghapus virus atau malware lain. Anda bisa melakukan scanning secara normal saat komputer digunakan, atau Anda bisa melakukannya secara offline. Menggunakan Windows defender offline lebih direkomendasikan, karena dengan cara ini proses scanning akan dilakukan sebelum masuk Windows (saat booting).

Komentar
Posting Komentar